Air Sungai Nil

Bayangkan diri Anda sebagai pelancong yang modis di zaman Victoria, menikmati perjalanan yang eksotis menyusuri Sungai Nil di Mesir. Mungkin sulit untuk dibayangkan sekarang, tetapi dulu, air sungai Nil yang berkilau berwarna biru-hijau pucat indah yang disebut penduduk setempat sebagai 'eau de Nil', atau bila diterjemahkan secara harfiah adalah 'air sungai Nil'. Warna pucat yang lembut ini menjadi sangat populer di akhir abad 19, terutama di era Art Deco yang glamor.

Keglamoran masa lampau

Gambar indah eau de Nil melukiskan malam yang tenang berlayar di perairan eksotis di negeri jauh. Ciptakan suasana tenang ini di rumah Anda dengan menggabungkan warna eau de Nil dengan putih krem, warna gading dan calico dan biru kapur. Warna-warna ini cukup lembut jika digunakan untuk mengecat seluruh ruangan, sempurna untuk menciptakan suasana tenang di kamar tidur, ruang duduk dan kamar bayi. Tambahkan aksen biru tua dan hijau jika Anda lebih menyukai tampilan yang terlihat lebih berani, atau gabungkan dengan warna tembaga, mustar, atau bahkan pink gelap untuk menciptakan suasana yang lebih klasik.

Warna unggulan